Jawaban UTS Bahasa Indonesia

Jawaban Ulangan Tengah Semester Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu Erwan Kustriyono, M. Pd.


Disusun oleh :
Nama : Dimas Bagus Trismanto
NPM : 0119075361

Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Pekalongan




1. Paragraf argumentasi berkaitan dengan bahasa Indonesia dalam era ekonomi Revolusi Industri 4.0 di Indonesia.


Bahasa Indonesia berpotensi kehilangan nilai moralnya dalam era ekonomi Revolusi Industri 4.0. Awalnya, bahasa Indonesia lahir sesuai dengan citra bangsa Indonesia yang sangat menjunjung etika budaya timur, yaitu sopan santun dalam berbagai hal, termasuk berbahasa. Di era 4.0 ini, bahasa Indonesia selalu dijumpai dalam media sosial. Namun, menilik bahasa yang digunakan di media sosial cenderung bermakna negatif, saling serang, kasar dan tidak memperdulikan kesantunan berbahasa. Apalagi jika memasuki tahun politik, maka bahasa Indonesia dijadikan alat untuk menjatuhkan lawan politik.  Bila ini tidak diantisipasi, potensi bahasa Indonesia kehilangan nilai moralnya akan semakin besar.
Sopan santun berbahasa di era ekonomi Revolusi Industri 4.0 ini harus dimulai dari diri sendiri. Maksudnya bagaimana cara penggunaan bahasa itu bisa tersampaikan, sikap berbahasa, dan estetika bahasanya. Cara penggunaan bahasa agar bisa tersampaikan meliputi apa yang sebaiknya dikatakan pada waktu dan keadaan tertentu. Sikap berbahasa meliputi kapan dan bagaimana menggunakan giliran berbicara dan menyela pembicaraan orang lain. Estetika bahasa meliputi jenis bahasa apa yang harus digunakan dalam situasi tertentu. Jika ini semua bisa dilakukan, sopan santun berbahasa di era 4.0 ini bisa terwujud.


2. Argumentasi tentang hubungan bahasa, budaya dan masyarakat untuk mendukung perkembangan bahasa Indonesia di dunia akademik (Universitas Pekalongan)


Bahasa, budaya dan masyarakat merupakan unsur yang saling berkaitan satu sama lain. Bahasa adalah media untuk berkomunikasi. Komunikasi yang intens akan menghasilkan suatu budaya. Bahasa dan budaya adalah objek dari masyarakat. Jadi masyarakat punya peran penting agar bahasa dan budaya selalu lestari dan selalu berkembang. Peran ini sudah dijalankan oleh masyarakat di lingkungan Universitas Pekalongan yang sangat perhatian mengenai penggunaan bahasa dan budaya.


Hubungan bahasa, budaya dan masyarakat mempunyai peran dalam mendukung perkembangan bahasa Indonesia di dunia akademik, khususnya di Universitas Pekalongan. Contohnya adalah adanya anjuran untuk memakai bahasa Indonesia dalam lingkungan universitas. Anjuran ini tentu akan meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Semakin banyak yang berbahasa Indonesia, maka akan semakin berkembang bahasa Indonesianya. Dari yang tadinya gagap bahasa Indonesia menjadi lancar bahasa Indonesia.  Dari yang tadinya tidak tahu istilah-istilah Indonesia sekarang menjadi tahu.

3. Empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai mahasiswa

  •   Keterampilan mendengar atau menyimak, keterampilan ini harus dikuasai mahasiswa agar mampu menyerap apa yang ia dengar dan menjadikannya sebagai pengetahuan.
  •  Keterampilan berbicara, keterampilan ini adalah salah satu modal besar mahasiswa untuk menghadapi dunia nyata setelah lulus. Dalam hal ini, mahasiswa harus mampu mengeluarkan gagasan-gagasan yang ada difikirannya melalui lisan agar didengar orang lain.
  • Keterampilan membaca, keterampilan ini meliputi memahami makna tanda baca, korelasi tanda baca dengan unsur-usur lainnya.
  • Keterampilan menulis, keterampilan ini berhubungan dengan mengekspresikan pikiran, perasaan, dan gagasan dalam bentuk tulisan. Ini sangat penting bagi mahasiswa terutama untuk mengerjakan tugas dan makalah

4.  Kata bahasa asli daerah Pekalongan dan artinya dalam bahasa Indonesia
Lanjung = Pusing
Kotomono = Seumpama
Singkek = Jegal
Jebolno = Ternyata
Ndangaki = Dikira
Mosok = Apa iya?
Sak iprit = Kecil
Blombokan = Rakus
Mamang = Ragu-ragu
Gelongen = Kehilangan
Arem = Pacar
Pelit njetit = Amat sangat pelit
Asem = Ungkapan kekesalan
Laot = Istirahat
Kempliti = Nakal
Lhem = Kata panggilan akrab, seperti sob, bro dll
Dijok'i = Ditambahi
Gumoh = Muntah tapi sedikit
Bombong = Lega
Jongkatan = Menyisir
Bongko = Marah
Mlekesdrek = Lunglai
Ndlohom = Bengong
Ndablek = Malesan
Werit = Gawat/berbahaya
Jibleg = Sama

5. Kata tidak baku disekitar saya, bukti foto, tempat ambil foto dan ulasannya
a. Kata tidak baku =komplit(dibawah tulisan complete soft care)
Foto ini saya ambil di warung ibu saya.
Kata baku dari komplit dalam bungkus sampo clear adalah komplet (menurut aplikasi KBBI Badan Bahasa Kemendikbud di Play Store)
b. Kata tidak baku =shalawat (garisbawah hijau)
Foto ini saya ambil di warung ibu saya.
Kata baku dari shalawat dalam stiker adalah selawat(menurut aplikasi KBBI Badan Bahasa Kemendikbud di Play Store)

c. Kata tidak baku =coklat(garisbawah hijau)
Foto ini saya ambil di warung ibu saya.
Kata baku dari coklat dalam bungkus suco adalah cokelat(menurut aplikasi KBBI Badan Bahasa Kemendikbud di Play Store)

d. Kata tidak baku =mesis(garisbawah hijau)
Foto ini saya ambil di warung ibu saya.
Kata baku dari mesis dalam bungkus stico adalah meses(menurut aplikasi KBBI Badan Bahasa Kemendikbud di Play Store)




e. Kata tidak baku =sale(garisbawah hijau)
Foto ini saya ambil di warung ibu saya.
Kata baku dari sale dalam bungkus tersebut adalah salai(menurut aplikasi KBBI Badan Bahasa Kemendikbud di Play Store)
f. Kata tidak baku =mie(garisbawah hijau)
Foto ini saya ambil di warung ibu saya.
Kata baku dari mie dalam bungkus seblak adalah mi(menurut aplikasi KBBI Badan Bahasa Kemendikbud di Play Store)

g. Kata tidak baku =umroh(garisbawah hijau)
Foto ini saya ambil di warung ibu saya.
Kata baku dari umroh dalam bungkus marimas adalah umrah(menurut aplikasi KBBI Badan Bahasa Kemendikbud di Play Store)

    Itu saja jawaban UTS saya, semoga bermanfaat bagi saya sendiri maupun orang lain. Terimakasih.